Teori Perdagangan Internasional
By: Date: July 1, 2020 Categories: Fashion,Pendidikan
   Teori Perdagangan Internasional

   Teori Perdagangan Internasional

   Teori Perdagangan Internasional

Setiap negara memiliki perbedaan satu sama lainnya yang dapat ditinjau dari sudut sumberdaya alamnya, letak geografisnya, iklimnya, karakteristik penduduknya, keahliannya, tenaga kerja, tingkat harga, serta keadaan struktur ekonomi dan sosialnya. Perbedaan-perbedaan itu menimbulkan pula perbedaan produk yang dihasilkan baik dari biaya yang diperlukan, serta mutu dan kuantumnya, sehingga dapat dipahami akan ada negara yang lebih unggul dan lebih istimewa dalam menghasilkan produk tertentu.

Keunggulan yang diperoleh suatu negara dimungkinkan karena produk yang dihasilkan hanya dapat dikembangkan di daerah dan pada iklim tertentu atau karena suatu negara memiliki faktor-faktor produksi yang lebih baik dari yang lain, sehingga negara itu dapat menghasilkan produk yang dapat bersaing. Bilamana keunggulan suatu negara dalam memproduksi suatu jenis barang disebabkan faktor alam, maka negara itu mempunyai keunggulan yang disebut “Keunggulan Mutlak” (Absolute Advantage). Selanjutnya bilamana suatu negara dapat memproduksi suatu jenis barang lebih baik dan lebih murah disebabkan lebih baiknya konbinasi faktor-faktor produksi (alam, tenaga kerja, modal dan pengurusannya) maka negara tersebut dapat pula memperoleh “keunggulan” ini disebabkan karena produktifitasnya yang tinggi. Hal ini disebut sebagai “keunggulan dalam perbandingan” biaya (Comparative Advantage/Cost). (Amir, 1996).

Adakalanya suatu negara belum dapat melakukan produksi untuk seluruh konsumen di dalam negeri, keadaan ini mendorong negara itu melakukan perdagangan hasil produksi dari negara lain untuk dapat menutupi permintaan yang belum dapat dipenuhi. Keadaan sebaliknya juga dapat terjadi apabila produksi dari suatu negara belum dapat dikonsumsi seluruhnya di dalam negeri sehingga harus melakukan penjualan ke negara lain.

Perdagangan internasional dapat diartikan perdagangan antar atau lintas negara yang mencakup ekspor dan impor. Ada beberapa faktor yang mendorong timbulnya perdagangan internasional (ekspor-impor) suatu negara dengan negara lain, yakni keinginan untuk memperluas pemasaran komoditi ekspor, memperbesar penerimaan bagi kegiatan pembangunan, adanya perbedaan penawaran permintaan antar negara, tidak semua negara menyediakan kebutuhan masyarakatnya serta akibat adanya perbedaan biaya relatif dalam menghasilkan komoditi tertentu (Gonarsyah, 1987).

Perdagangan internasional juga seringkali disebut sebagai mesin pertumbuhan ekonomi (trade is an engine of growth) artinya tanpa perdagangan internasional, maka pertumbuhan ekonomi akan menjadi sangat lamban, karena barang dan jasa akan menjadi sangat mahal bila dihasilkan sendiri oleh masing-masing negara. Oleh karena itu perdagangan antarbangsa itu hendaknya didorong agar dapat berlangsung dengan lancar dan semakin meningkat.

Dalam kegiatan ekspor satu komoditi, Kindleberger (1995) dalam Hamdani (2006), menyatakan bahwa secara teoritis, volume ekspor suatu komoditi tertentu dari suatu negara ke negara lain merupakan selisih antara penawaran domestik dan permintaan domestik yang disebut sebagai kelebihan penawaran (excess supply). Di lain pihak kelebihan penawaran dari negara tersebut merupakan permintaan impor bagi negara lain atau merupakan kelebihan permintaan (excess demand). Selain dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran domestik, ekspor juga dipengaruhi oleh faktor-faktor pasar dunia seperti harga komoditas itu sendiri dan komoditas substitusinya di pasar Internasional serta hal-hal yang dapat mempengaruhi harga baik secara langsung maupun tidak langsung.