SDN 023 Pajagalan Over Kapasitas

SDN 023 Pajagalan Over Kapasitas

SDN 023 Pajagalan Over Kapasitas
SDN 023 Pajagalan Over Kapasitas

Kepala SDN 023 Pajagalan Kota Bandung, Dante Rigmalia, mengaku lemahnya pengawasan lantaran over kapasitasnya jumlah murid. Sehingga guru tidak optimal awasi keamanan anak didiknya.

Dikatakan Dante, secara aturan satu kelas harusnya maksimal 28 orang. Namun di sekolah itu rerata satu kelas 35 orang. Dante menjelaskan, semakin banyak anak di kelas membuat guru bekerja ekstra saat disekolah. Semakin banyak siswa maka pengawasan semakin berat karena harus mengahadapi banyak ragam prilaku anak.

”Untuk mengontrol anak barangkali lebih mudah ketika lebih kecil (sedikit)

siswanya,” ujar Dante saat diwawancara para pewarta di sekolahnya, kemarin (3/9).

Dia mengungkapkan bahwa sekolah-sekolah di kota Bandung rata-rata memang menampung lebih banyak siswa dari standar yang ditetapkan aturan. ”Secara umum sekolah di Kota Bandung memang begitu,” tandasnya

Akibat kurangnya pengawasan dari para guru itu, diakui Dante, maka terjadilah aksi buliying yang dilakukan seorang siswa kelas 6 pada temannya.

”Saat istirahat, kami mengupayakan para guru ada di kelas tapi guru juga sama, turun ke bawah untuk ambil makanan atau ke toilet,” sambungnya.

Dante mengungkapkan saat kejadian, memang tak ada guru yang mengawasi ruang

kelas sehingga tak ada yang menghalangi kejadian Buliying beberap siswa kelas enam pada salah satu teman sekelasnya.

Atas kejadian tersebut Dante mengaku akan memperketat aturan piket guru agar saat waktu istirahat aktifitas semua siswa saat istirahat bisa diawasi.

”Tugas piket memang harus dioptimalkan seperti yang diinstruksikan Ibu Wakil Wali kota (Ummi Siti Mumtamah). Kedepan, kami pastikan guru juga piket saat jam istirahat,” tandasnya.

Pembina Gugus Tugas Kota Layak Anak Dinas Pemberdayan Perempuan

Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Ummi Siti Mumtamah, membenarkan pernyataan kepala SDN 023 Pajagalan tersebut. Dia menyebutkan, berdasarkan keterangan dari kepala sekolah jika setiap istirahat anak didik mereka kerap ada yang makan dan minum di bawah.

”Ketika ada siswa yang sedang makan, salah satu temannya bercanda dengan mengacung-acungkan kaus kaki kemuka anak yang sedang makan. Anak yang sedang makan merasa tersinggung sehingga dia menarik kaos anak yang mengganggunya. Terjadilah kontak fisik, perkelahian,” Ummi Siti Mumtamah saat melakukan kunjungan ke SDN 023 Pajagalan, kemarin (3/9)

 

Sumber :

https://nashatakram.net/