Punya Gelar D3 Perlukah Lanjut Kuliah Sarjana? Ini Saran Pakar
By: Date: January 19, 2020 Categories: Tekno
Punya Gelar D3 Perlukah Lanjut Kuliah Sarjana Ini Saran Pakar

Punya Gelar D3 Perlukah Lanjut Kuliah Sarjana? Ini Saran Pakar

Punya Gelar D3 Perlukah Lanjut Kuliah Sarjana Ini Saran Pakar

Punya Gelar D3 Perlukah Lanjut Kuliah Sarjana Ini Saran Pakar

Punya Gelar D3 Perlukah Lanjut Kuliah Sarjana? Ini Saran Pakar

 

Pendidikan adalah faktor terpenting untuk meningkatkan taraf hidup seseorang. Pendidikan juga jadi salah satu penilaian perusahaan untuk menerima seseorang jadi karyawan, termasuk penguasaan skill.

Biasanya supaya punya skill orang tersebut menempuh pendidikan diploma I, II, hingga III agar cepat diterima kerja. Namun, yang jadi pertanyaan perlukah lulusan diploma perlu sekolah lagi untuk mendapatkan gelar sarjana?

Jawabannnya tergantung, apa tujuan dari pendidikan itu, apakah untuk

mendapatkan jabatan di suatu perusahaan atau menambah keterampilan skill pekerjaan. Kalau mengejar jabatan, disarankan untuk ambil sarjana, sedangkan untuk keterampilan skill disarankan meneruskan D4 sebanding dengan S1 terapan.
Tiomega Gultom, Kepala Subdirektorat Penyelarasan Kebutuhan Kerja, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tingggi (Kemenrisdikti RI) [Suara.com/Dini]
Tiomega Gultom, Kepala Subdirektorat Penyelarasan Kebutuhan Kerja, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tingggi (Kemenrisdikti RI) [Suara.com/Dini]

“Jadi sekarang sebetulnya dia S1 gitu loh, ada D4 kan, itu udah disamakan dengan S1, cuma dia terapan. D4 jadi S1 terapan, itu kalau dia mau langsung kerja. S1 kan dia bukan terampil sebenernya,” ujar Tiomega Gultom, Kepala Subdirektorat Penyelarasan Kebutuhan Kerja, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tingggi (Kemenrisdikti) RI, di Plaza Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (30/10/2019)

Praktik pendidikan Indonesia sendiri sayangnya banyak yang tidak relevan, karena

banyak orang berorientasi pada pekerjaan tapi di saat yang bersamaan ia mengejar gelar sarjana. Padahal seperti diketahui sarjana minim skill, sedangkan yang dibutuhkan adalah skill.

“Nah kan perusahaan yang sudah bekerjasama dia lihatnya S1 semua jurusan, tapi nanti ditraining, karena pemikiran mereka S1, karena S1 diajarkan pemikiran kritis. Akhirnya dia (perusahaan) mencari S1 semua jurusan, dia dia dilatih keterampilan lagi 2 bulan, itu akan seperti itu,” ungkapnya.

 

Sumber :

https://portal.asun.edu/ICS/Academics/UNIV/UNIV__1001/141C-UNIV__1001-D1_15/Start_Here.jnz?portlet=Blog&screen=View+Post&screenType=next&Id=271d6d44-3bf5-4e66-a32d-5a7a4dbcd435