Pinkan Indonesia Gelar Lomba Kolintang Tingkat Pelajar Se-Jabodetabek

Pinkan Indonesia Gelar Lomba Kolintang Tingkat Pelajar Se-Jabodetabek

Pinkan Indonesia Gelar Lomba Kolintang Tingkat Pelajar Se-Jabodetabek
Pinkan Indonesia Gelar Lomba Kolintang Tingkat Pelajar Se-Jabodetabek

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persatuan Insan Kolintang Nasional (Pinkan) Indonesia Penny Iriana Marsetio mengajak seluruh elemen bangsa melestarikan dan mengembangkan Ansambel Musik Kolintang Kayu (AMKK) sebagai alat musik tradisional milik Indonesia.

Ajakan itu disampaikan Penny saat berpidato pada pembukaan Lomba Kolintang Tingkat Pelajar se-Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi dalam rangka memperingati hari ulang tahun sewindu Pinkan Indonesia di Kampus IBM ASMI Jakarta, Sabtu (2/3/2019).

“Saya mengajak seluruh elemen bangsa bersama jajaran Pinkan Indonesia, para

pelatih, pemain, perajin, maupun insan pelestari kolintang untuk melakukan berbagai upaya nyata dan terorganisasi. Kita lestarikan alat musik tradisional kolintang sebagai warisan budaya milik bangsa Indonesia,” kata Penny dalam sambutannya yang dibacakan oleh Ketua Harian Pinkan Indonesia Jopie Rory.

Penny mengatakan, usia sewindu atau delapan tahun bukan perjalanan waktu yang singkat. Pinkan Indonesia, lanjutnya, selama kurun waktu itu terus berjuang dengan dasar dan sama rasa atas kecintaan pada seni dan budaya, khususnya Ansambel Musik Kolintang Kayu yang merupakan warisan tak benda dunia milik leluhur Indonesia.

Dikatakan, setiap elemen bangsa dapat berperan aktif dengan melakukan suatu

gerakan budaya untuk mengangkat seni budaya Nusantara sebagai basis membangun jiwa dan semangat nasionalisme. Melalui seni dan budaya, katanya, setiap anak bangsa dapat menggali, menumbuhkembangkan, dan mengapresiasi potensi budaya, khususnya alat musik Kolintang yang dimiliki negeri berpenduduk 260 juta jiwa ini.

“Kita kembangkan hubungan sinergis dengan organisasi segaris di bidang seni

musik serta organisasi sosial dan budaya tingkat regional maupun internasional demi keadilan, kemanusiaan yang luhur, serta perdamaian dunia. Kita juga menjembatani hubungan sisnergis antara pemerintah dan masyarakat seni serta membantu pemerintah dengan memberikan masukan positif bagi pelestarian dan pengembangan Ansambel Musik Kolintang Kayu,” katanya.

 

Sumber :

https://linda134.student.unidar.ac.id/2019/08/sejarah-siti-fatimah-lodaya.html