Perubahan ginjal
By: Date: July 6, 2020 Categories: Kesehatan

Perubahan ginjal

Selama kehamilan, ginjal bekerja lebih berat. Ginjal

menyaring darah yang volumenya meningkat (sampai 30-50 %), yang puncaknya terjadi pada kehamilan 16-24 minggu sampai sesaat sebelum persalinan (pada saat ini aliran darah ke ginjal berkurang akibat penekanan rahim yang membesar).

Dalam keadaan normal, aktivitas ginjal meningkat ketika berbaring dan menurun ketika berdiri. Keadaan ini semakin menguat pada saat kehamilan, karena itu wantia hamil sering merasa ingin berkemih ketika mereka ingin mencoba untuk berbaring atau tidur.

Pada akhir kehamilan, peningkatan aktivitas ginjal yang lebih besar terjadi pada wanita hamil yang tidur miring. Tidur miring mengurangi tekanan dari rahim pada vena yang membawa darah dari tungkai sehingga terjadi perbaikan aliran darah yang selanjutnya yang meningkatkan aktivitas ginjal dan curah jantung.

Perubahan paru-paru

Ruang yang diperlukan oleh rahim yang membesar dan meningkatnya pembentukan hormon progesteron menyebabkan paru-paru berfungsi lain dari biasanya. Wanita hamil bernafas lebih cepat dan lebih dalam karena memerlukan lebih banyak oksigen untuk dirinya dan untuk janin.

Lingkaran dada wanita hamil agak membesar, karena lapisan saluran pernafasan menerima lebih banyak darah dan menjadi agak tersumbat oleh penumpukan darah (kongesti). Kadang hidung dan tenggorokan mengalami penyumbatan persial akibat kongesti ini.

Tekanan dan kualitas suara wanita hamil agak berubah.

  1. Perubahan sistem pencernaan

Rahim yang semakin membesar akan menekan rektum dan usus bagian bawah sehingga menjadi sembelit (konstipasi). Sembelit semakin berat karena gerak otot di dalam usus diperlambat oleh tingginya kadar pregosteron.

Wanita hamil sering mengalami hartburn (rasa panas di dada) dan sendawa, yang kemungkinan terjadi karena makanan lebih lama berada di dalam lambung dan karena relaksasi sfingter di kerongkongan bagian bawah yang memungkinkan isi lambung mengalir kembali kekrongkongan. Ulfus gastrikum jarang ditemukan pada wanita hamil dan jika sebelumnya menderita ulkus gastrikum biasanya akan kembali karena asam lambung yang dihasilkan lebih sedikit (Varney, 2006).

https://ngegas.com/village-city-apk/