Pengertian Manusia dan Cinta Kasih
By: Date: April 14, 2020 Categories: Pendidikan
Pengertian Manusia dan Cinta Kasih

Pengertian Manusia dan Cinta Kasih

Pengertian Manusia dan Cinta Kasih

Di dalam Kejadian 1:26-27 menjelaskan bahwa manusia adalah ciptaan Allah yang membawa rupa dan gambar-Nya. Allah memberikan manusia berbagai potensi dalam diri manusia, seperti kemampuan berkomunikasi, berpikir, merasakan, juga berbuat, agar mempermuliakan Dia. Salah satu anugerah yang diberikan Allah kepada manusia adalah perasaan “Cinta”. Cinta dalam hal ini adalah cinta terhadap Allah dan terhadap ciptaan Tuhan.
Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apa pun yang diinginkan objek tersebut (Anonim, 2014). Menurut Haryanto, ada empat kata yang bisa diterjemahkan sebagai cinta dalam bahasa Yunani, yaitu: agape, phileo/philia, storge, dan eros.

1.     Agape

Agape adalah kata yang digunakan ketika merujuk kepada kasih Allah (lihat 1 Yohanes 4:7-12, 16b; atau Yohanes 3:16). Agape juga adalah kasih karena apa yang seseorang lakukan dan bukan apa yang seseorang rasakan.
2.     Phileo/philia
Phileo/philia, yang artinya “memiliki ketertarikan khusus kepada seseorang atau sesuatu, yang dekat kepada kita, memberi perasaan kita, menganggapnya sebagai seorang saudara.” Phileo ini sebenarnya lebih baik diterjemahkan sebagai “sangat menyukai” atau “persahabatan sejati”. Kata ini agak berbeda kalau diterjemahkan dengan kata dalam bahasa Inggris “love”, tetapi lebih tepat dengan “strongly like”. Kata ini mungkin bisa kita terjemahkan dengan kata “suka” atau “menyukai”.
3.     Storge
Storge menunjukkan kasih antara orangtua dan anaknya, atau terhadap saudara kandung, dan juga antara suami dan istri dalam pernikahan yang baik dan sehat (lihat Roma 12:9-10) “9Hendaklah kasih (agape) itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.10Hendaklah kamu saling mengasihi (phileo/philia/storge) sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.” Atau, “Hormatilah ayah dan ibumu (Kej. 20:12)
4.     Eros
Eros digunakan untuk menggambarkan cinta seksual, yaitu cinta secara badaniah. Eros adalah asal kata erotica, dan juga digunakan untuk merujuk kepada dewa cinta dari Yunani. Kata ini sebenarnya tidak pernah muncul dalam Alkitab.