Pengertian Hipotesis
By: Date: July 1, 2020 Categories: Pendidikan
Pengertian Hipotesis

Pengertian HipotesisPengertian Hipotesis

Hipotesis berasal dari kata “hypo” yang berarti “sebelum” dan “thesis” yang berarti “pernyataan/pendapat”. Hipotesis dapat didefinisikan sebagai jawaban sementara yang kebenarannya masih harus di uji, atau rangkuman teoritis yang diperoleh dari tinjauan pustaka.

Istilah hipotesis telah didefinisikan dalam beberapa definisi diantaranya adalah:

  1. James E. Greighton, hipotesis merupakan sebuah dugaan tentative atau sementara yang memprediksi situasi yang akan diamati.
  2. Lungberg, hipotesis merupakan sebuah generalisasi yang bersifat tentative, sebuah generalisasi tentative yang valid yang masih harus diuji.
  3. John W. Best, hipotesis merupakan prediksi yang baik atau kesimpulan yang dirumuskan dan bersifat sementara, hipotesis diadopsi untuk menjelaskan fakta-fakta atau kondisi yang diamati dan untuk membimbing dalam penyelidikan lebih lanjut.
  4. Goode dan Han, hipotesis merupakan sebuah proporsi yang harus diuji.

 

Menyusun Hipotesis

 

  1. Deduktif

Penyusunan hipotesis secara deduktif adalah penyusunan hipotesis yang ditarik dari teori. Suatu teori terdiri dari proposisi-proposisi (hubungan antara dua konsep). Misalnya, teori A terdiri atas proposisi-proposisi X-Y, Y-Z dan X-Z dari ketiga proposisi itu dipilih proposisi yang diminati dan relevan dengan peristiwa pengamatan, misalnya proposisi X-Y. bertitik tolak dari proposisi itu diturunkan hipotesis secara deduksi. Konsep-konsep yang terdapat dalam proposisi  diturunkan dalam pengamatan menjadi variable-variabel, yang nantina menjadi hipotesis.

Contoh:

Proposisi : makin cepat perkembangan komunikasi, makin tinggi kecerdasan penduduk.

Konsep : X = komunikasi Y = Kecerdasan

Kemudian setelah proposisi dan konsep dilakukan pengamat dipemukiman penduduk (x) terdapat alat komunikasi apa saja dan bagaimana tingkat pemakaiannya, ditemukan (x1) surat kabar, (x2) pesawat radio, (x3) pesawat TV. Karena pemanfaat yang berbeda maka disebut variable (bervariasi dan beragam) yaitu variable x. kemudian kita mengamati tingkat pengetahuan umum mereka, misalnya dalam bidang politik, hukum dan ekonomi, dan ini dinamakan dengan variable y.

Karena x dan y beragam maka hipotesis dapat disusun, ada hubungan positif antara x dan y. karena disusun secara deduktif, maka hipotesis seperti ini disebut hipotesis deduktif.

  1. Induktif

Penyusunan hipotesis secara induktif adalah penyusunan hipotesis yang berangkat dari pengalaman kita dimasa lampau. Contoh : kita mengetahui bahwa kecelakaan –kecelakaan kendaraan bermotor dijalan raya kebanyakan disebabkan oleh supir yang mengemudikan kendaraan dalam kecepatan tinggi, bertolak dari pengalaman ini kita menyusun hipotesis : ada hubungan positif antara kecepatan laju kendaraan dengan kecelakaan lalu lintas.

Syarat Penyusunan Hipotesis

Faktor-faktor yang perlu diperhatikan pada penyusunan hipotesis:

  1. Hipotesis disusun dalam kalimat deklaratif. Kalimat itu bersifat positif dan tidak normative. Istilah-istilah seperti seharusnya atau sebaiknya tidak terdapat dalam kalimat hipotesis. Contoh: anak-anak harus hormat kepada orang tua, kalimat ini bukan hipotesis. Lain halnya jika dikatakan kepatuhan anak-anak kepada orang tua mereka makin menurun.
  2. Operasional. Variable-variabel yang dinyatakan dalam hipotesis adalah variable yang operasional, dalam arti dapat diamati dan diukur.
  3. Menyatakan hubungan, hipotesis harus menunjukkan hubungan tertentu diantara variable-variabel.

 


Sumber: https://gurupendidikan.org/