Muhammadiyah Harus Cerdas agar Bisa Ikut Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
By: Date: December 12, 2019 Categories: Pendidikan
Muhammadiyah Harus Cerdas agar Bisa Ikut Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Muhammadiyah Harus Cerdas agar Bisa Ikut Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Muhammadiyah Harus Cerdas agar Bisa Ikut Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Muhammadiyah Harus Cerdas agar Bisa Ikut Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Penasehat PP Muhammadiyah Prof Dr H Din Syamsuddin MA mengatakan peringatan milad Muhammadiyah merupakan momentum penting bagi organisasi, pengurus, kader untuk menguatkan kembali peran Muhammadiyah bagi umat dan bangsa. Oleh sebab itu, hendaknya dalam setiap peringatan milad harus ada capaian-capaian yang signifikan yang sudah dibuat.

Hal itu disampaikannya pada acara Tabligh Akbar dalam rangka Puncak Milad

ke-107 Muhammadiyah yang dilaksanakan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau, Sabtu (23/11/2019) di Masjid Al Fida’ Muhammadiyah Pekanbaru.

“Saya itu, dulu waktu masih menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah, setiap kali ke daerah lebih suka meresmikan pembangunan fasilitas umat yang dibangun Muhammadiyah daripada disuruh ceramah. Kalau hanya ceramah di daerah, banyak ulama dan ustad yang hebat dan mumpuni,” kata mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah dua periode ini.

“Kalau bisa, jangan hanya peletakan batu pertama yang kemudian tak dilanjut-lanjut. Tetapi peletakan batu terakhir, biar bisa dipakai masyarakat dan umat,” tambah Din.

Pada tabligh akbar tersebut, Din juga mengupas sekilas perjuangan Muhammadiyah

dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Menurutnya, bagi Muhammadiyah sebelum mencerdaskan kehidupan bangsa terlebih dahulu cerdaskan kehidupan Muhammadiyah.

“Karena logikanya memang begitu. Cerdaskan diri dulu, baru kita cerdaskan orang lain. Dan alhamdulillah, Muhammadiyah sudah melakukan itu sejak awal Indonesia berdiri, sampai sekarang,” ujar Din.

Ini ditandai dengan berkembangnya kegiatan pendidikan yang dibangun

Muhammadiyah mulai dari tingkat paling bawah sampai perguruan tinggi. Termasuk panti-panti asuhan, dimana anak-anak tak memiliki orang tua adalah tanggung jawab negara dan kita sebagai masyarakat Indonesia. Demikian pula dengan kesehatan. Fasilitas kesehatan seperti klinik dan rumah sakit Muhammadiyah sudah banyak berdiri.

 

Sumber :

https://www.openjournals.wsu.edu/index.php/landescapesarchived/comment/view/282/0/724353