Menikmati Episode Menunggu Jodoh
By: Date: April 29, 2020 Categories: Pendidikan
Menikmati Episode Menunggu Jodoh

Menikmati Episode Menunggu Jodoh

Menikmati Episode Menunggu Jodoh

Menikmati Episode Menunggu Jodoh

Jodoh berarti pasangan hidup manusia yang sepadan; cocok; serasi; sesuai benar; kena benar; atau setuju (hatinya dsb). Berkait dengan ini, Allah berfirman dalam QS. Ar Ruum: 21, “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan bagi kamu pasangan dari jenis kamu sendiri agar kamu sakinah bersamanya dan Dia menjadikan cinta dan kasih sayang diantara kamu. Sesungguhnya yang demikian itu menjadi tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi kamu yang berpikir.”

Ayat di atas, mengajarkan kita agar berpikir, termasuk dalam menentukan pasangan (baca: jodoh). Di sini, ada makna rentang waktu antara menunggu jodoh dengan membangun keluarga sakinah bersama pasangan kita kelak. Menunggu jodoh ialah menantikan; mengharapkan (sesuatu yang mesti datang atau terjadi) terhadap pasangan hidup kita. Jadi, menunggu jodoh bukan berarti menunda jodoh untuk terlaksananya perkawinan.

Tiap orang berbeda kesempatannya dalam mendapatkan takdir Allah yang satu ini. Ada yang dimudahkan dan adapula yang perlu kesabaran lebih untuk sampai pada ketentuannya ini. Ada yang ketika usia belasan tahun sudah mendapatkan pasangan dan adapula yang ketika sudah cukup umur pun belum jua mendapat pasangan hidupnya.

Dalam proses menunggu ini, terkadang jika kita tidak sabar dan yakin akan janji dan jaminan Allah bahwa setiap manusia di dunia ini ada pasangannya, maka keluh kesah seringkali muncul, bahkan adapula yang mengutuk dan menggugat akan kemahadilan Allah. Apalagi sampai berbuat maksiat karena kebodohannya ini.

Padahal seharusnya kita dapat menikmati episode menunggu jodoh ini sebagai ladang amal mempersiapkan membangun keluarga sakinah, sambil menunggu pasangan hidup kita. Pertanyaannya, apa saja yang perlu kita nikmati dalam menunggu jodoh itu?

Betapa banyaknya, dikalangan Muslim dan Muslimah yang tidak maksimal menikmati menunggu jodoh dengan tidak melakukan hal-hal yang dapat mendukung dalam pembangunan keluarga sakinah yang akan dibentuknya dikemudian hari. Padahal, begitu banyaknya sisi-sisi keilmuan dan keteladanan yang perlu disusun membentuk bongkahan benteng yang siap menghadang serbuan virus-virus penyebar kebusukan dalam ikatan keluarga kita.

Episode menunggu jodoh, juga bukan berarti kita dengan seenaknya menikmati masa-masa itu dengan tergelincir dan tergoda oleh nafsu yang ada dalam dirinya, sehingga melanggar atau menjauh dari syariat yang diwajibkan-Nya. Yakni, pria maupun wanita hendaknya melalui episode menunggu jodoh -masa remajanya-dengan selalu waspada terhadap segala goda dan ujian setan. Rasulullah bersabda, “Wahai pemuda, barangsiapa diantara kamu sanggup membayar mas kawin dan memberi nafkah, hendaklah kawin, karena perkawinan dapat memelihara dirimu. Pemuda yang tidak sanggup kawin hendaklah berpuasa. Puasa itu dapat mematahkan syahwatnya.” (HR. Bukhari).

Dalam hal ini, al-Hasan bin Ali ra. memberitakan suatu ketika, seorang laki-laki berkata kepada cucu Nabi ini, “Saya mempunyai seorang putri. Jika ada yang berniat menikahinya, saya akan nikahkan dia.”

Maka al-Hasan berkata, “Nikahkan putrimu dengan laki-laki yang bertakwa kepada Allah SWT. Jika ia menyukai putrimu, ia pasti akan memuliakannya. Jika ia sedang marah, ia tidak akan menzalimi putrimu.”

Sungguh nikmatnya, bila kita memiliki kebersihan ruhiah dengan ketakwaan kepada-Nya, sikapnya akan tetap terkendali oleh ketakwaannya. Artinya, bila ia menyukai istri/suaminya, kecintaannya itu melahirkan sikap memuliakan.

Pada tataran demikian, kita sudah selayaknya menikmati episode menunggu jodoh dengan hal-hal yang mengantarkan pada terwujudnya keluarga sakinah. Sungguh ini sama sekali bukan kerugian, bukankah Allah telah berfirman, “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula) ….” (QS. An Nuur: 26). Siapkanlah diri kita agar dijodohkan Allah.

Sumber : https://bingkis.co.id/planet-genesis-2-apk/