Kualitas Pendidikan Menjadi Modal Penting Indonesia Hadapi Era 4.0

Kualitas Pendidikan Menjadi Modal Penting Indonesia Hadapi Era 4.0

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengingatkan, kualitas pendidikan insan penting guna modal Indonesia menghadapi revolusi industri 4.0.

Hal itu disebutkan Bambang ketika menjadi keynote speaker dalam seminar nasional ‘Upaya Peningkatan Modal Manusia Menghadapi Revolusi Industri 4.0 Guna Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan’ di Auditorium Gadjah Mada, Lemhanas, Jakarta.

“Indonesia mempunyai modal yang tidak sedikit terutama dalam modal alam, namun sumber daya alam juga tidak bida dipakai untuk bertumbu menghadapi industri 4.0 ini. Sehingga apa yang butuh dituntut yang sangat utama ialah pendidikan,” kata Bambang.

Bambang menjelaskan, dalam proporsi warga Indonesia yang berpendidikan tinggi masih paling sedikit. “Kita dapat mengatakan dan ini dari data sah BPS pada tahun 2018 dimana proporsi warga yang umurnya 15 tahun keatas yang punya ijazah tinggi melulu 8,8%, SMA melulu 26,4%, SMP 21,2%, SD paling tidak sedikit yakni 43,7%,” jelasnya.

“Sehingga pemerintah mesti mementingkan pendidikan supaya masyarakat Indonesia upgrade. Perlu jadi daftar juga bahwa dimana edukasi di Indonesia jangan melulu mementingkan ijazah saja,” sambungnya.

Apalagi kata Bambang, angkatan kerja yang mempunyai pendidikan SMP kebawah masih mendominasi, sampai-sampai rentan kemiskinan di Indonesia masih lumayan tinggi.

“Pekerja berkeahlian rendah masih mendominasi pasar kerja, banyak sekali mereka melulu berpendidikan SMP kebawah. Sehingga, angka kerentanan kemiskinan masih lumayan tinggi. Jadi angka pengangguran di Indonesia memang rendah lumayan wajar, namun tingkat upah anda tetap rendah,” ungkapnya.

Sehingga kata dia, dengan edukasi yang di upgrade akan membawa masyarakat Indonesia semakin tinggi. Kemudian konsentrasi utamanya menurut keterangan dari Bambang merupakan, bagaimana kita membina Indonesia melewati pendidikan.

Dalam sejumlah tahun yang bakal datang, Indonesia pun mengalami bonus demografi. Bambang mengatakan, bahwa modal sumber daya insan masih belum siap.

“Dalam memaknai bonus demografi, telah siapkah modal insan Indonesia? Ternyata di dunia ini, anda tidak yang sangat tinggi. Secara peringkat dunia, anda ada pada peringkat 87 dari 157 negara-negara di dunia,” tuturnya.

“Kita kalah dengan Vietnam yang sedang di 48 dunia dan nomor 2 di ASEAN, tidak boleh dulu anda bandingkan dengan Singapura deh, masih jauh. Sehingga, anda harus benar-benar mesti menyiapkan modal SDM, jangan melulu modal vokasi saja, namun kita pun harus merencanakannya guna jangka panjang yaitu lewat pendidikan, melulu perecanaan jangka pendek,” tegasnya.

Sumber: http://www.diversitybusiness.com/SpecialFunctions/NewSiteReferences.asp?NwSiteURL=https://www.pelajaran.co.id