Jangan Fokus Kepada Bungkusnya

Jangan Fokus Kepada Bungkusnya

Jangan Fokus Kepada Bungkusnya
Jangan Fokus Kepada Bungkusnya

Sebuah botol apabila di isi air mineral, harganya  sekitar 3 ribuan.

Diisi jus buah, harganya sekitar 10 ribuan.

Diisi madu, harganya ratusan ribu.

Diisi minyak wangi harganya bisa jutaan!

Diisi air comberan? Hanya akan dibuang dalam tong sampah karena tidak ada harganya…

Nilainya menjadi bervariasi, padahal sama-sama dikemas dalam BOTOL. Karena “isi” yang ada di dalamnya berbeda!

Begitu juga dengan kita; semua sama, semua manusia. Yang membedakannya adalah: “AKHLAK” yang ada di dalam diri kita. Ilmu dan pemahaman yang benar akan membangun akhlak yang baik. “Sesungguhnya Allah tidak menilai kalian dari lahiriyah dan penampilan, akan tetapi Allah menilai isi hati kalian”. (Sahih Muslim)

Sekalipun berasal dari pantat ayam, jika ia telur, ambillah. Tapi sekalipun ia keluar dari wanita cantik ataupun pemuda tampan, jika kuning dan bau, tolaklah! Begitulah kebaikan. Ia bisa berasal dari mana saja. Ambil isinya, bukan dari siapa ia keluar. Kata Baginda imam Ali, “lihat apa yang dikatakan, jangan lihat siapa yang mengatakan….”

Itulah pepatah nasihat yang memang perlu di perhatikan, utamanya kalau kita dinasihati oleh orang lain berisikan kebenaran. Nasihat itu mau diperoleh dari anak-anak, dari orang terlantar bahkan dari orang gila sekalipun, apabila berisi kebaikan, mengapa tidak kita ambil?

Sebaliknya, apabila keburukan keluar dari seorang profesor, pejabat, bangsawan atau presiden sekalipun, walaupun keluar dari orang yang tampil baik, maka tolaklah.

Hidup akan sangat melelahkan, sia-sia dan menjemukan bila kita hanya menguras pikiran untuk mengurus BUNGKUS-nya saja dan mengabaikan ISI-nya. Maka, bedakanlah apa itu “BUNGKUS”-nya dan apa itu “ISI”-nya.

“Rumah yang indah” hanya bungkusnya; “keluarga bahagia” itu isinya.

“Pesta pernikahan” hanya bungkusnya; “cinta kasih, pengertian dan tanggung jawab” itu isinya.

“Kekayaan” itu hanya bungkusnya; “hati yang gembira” itu isinya.

“Makan enak” hanya bungkusnya; “gizi, energi, dan sehat” itu isinya.

“Kecantikan dan ketampanan” hanya bungkusnya; “kepribadian dan hati” itu isinya.

“Bicara” itu hanya bungkusnya; “kenyataan” itu isinya.

“Buku” hanya bungkusnya; “pengetahuan” itu isinya.

“Jabatan” hanya bungkusnya; “pengabdian dan pelayanan” itu isinya.

“Pergi ke tempat ibadah” itu bungkusnya; “melakukan ajaran Agama” itu isinya.

“Kharisma” hanya bungkusnya; “karakter” itu isinya.

“Rezeki” itu hanya bungkusnya; “barokah” itu isinya.

Mari kita utamakan isinya, serta tetaplah merawat bungkusnya dengan baik…

Wallahu’alam Bishawab

Sumber : https://downloadapk.co.id/