Independensi Calon KRT BRTI Dipertanyakan

Independensi Calon KRT BRTI Dipertanyakan

Independensi Calon KRT BRTI Dipertanyakan
Independensi Calon KRT BRTI Dipertanyakan

Proses seleksi calon anggota Komite Regulasi Telekomunikasi Badan Regulasi Telekomunikasi (KRT-BRTI) sudah meemasuki proses wawancara oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo).

Namun Heru Sutadi, Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute mneyayangkan dari 10 calon anggota KRT BRTI banyak yang terafiliasi oleh salah satu operator.

Menurut Heru Sutadi seharunya panitia seleksi dapat mengajukan nama-nama

calon KRT BRTI yang tidak terafiliasi dengan salah satu operator telekomunikasi. Heru menduga panitia seleksi KRT BRTI saat ini ‘kecolongan’ karena tidak melihat dan mengerti latar belakang masing-masing calon tersebut. Khususnya yang berasal dari operator tertentu.

Mantan Anggota KRT BRTI ini juga pesimis dan meragukan independensi calon KRT BRTI yang berasal dari perusahaan telekomunikasi tersebut.

Heru menyebut calon KRT BRTI yang berasal dari operator bak orang yang loncat pagar. Mereka akan mengatur perusahaan telekomunikasi dimana ia pernah bekerja. Karena pernah bekerja di salah satu operator tersebut, Heru menilai potensi ‘main belakang’ dan membantu mengatur regulasi sesuai dengan keinginan operator asal KRT BRTI tersebut berasal sangat besar.

“Memang saat ini tidak ada aturannya yang melarang calon KRT BRTI yang berasal

dari perusahaan telekomunikasi. Namun seharusnya panitia seleksi dapat melihat dan memberikan catatan khusus kepada nama-nama calon KRT BRTI yang saat ini masih aktif di perusahaan telekomunikasi. Seharusnya Menkominfo juga dapat berlaku fair, jika ada yang tak hadir pada saat wawancara harusnya gugur,”papar Heru.

Agar BRTI independen dan mengurangi benturan kepentingan dengan perusahaan

telekomunikasi, Heru berharap kedepan ada aturan yang mewajibkan calon KRT BRTI yang berasal dari operator untuk dapat non aktif dahulu minimal satu tahun.

Mereka yang masih aktif menjadi karyawan di perusahaan telekomunikasi tersebut adalah August Bualazaro Hulu dan Bambang Priantono.

 

Sumber :

https://iway.rosemont.edu/ICS/Campus_Life/Campus_Groups/Organization_of_African_American_Students/Home.jnz?portlet=Discussion_Board&screen=PostView&screenType=change&id=802730da-abde-43f0-8bbd-01bd8537cd36