Etiologi
By: Date: July 6, 2020 Categories: Kesehatan

Table of Contents

Etiologi

Sebab pasti belum diketahui, tidak ada bukti bahwa penyakit ini disebabkan faktor toxid, juga tidak ditemukan kelainan Biokimia. 13

  1. Faktor Predisposisi
  2. Sering terjadi pada primigravida, mola hidatidosa, diabetes dan kehamilan ganda akibat peningkatan HCG.

Frekwensi oleh mola hidatidosa dan kehamilan ganda dugaan bahwa faktor hormonal memegang peranan karena keduanya hormon khoronic ganadotropin dibentuk berlebihan.

  1. Faktor organik, karena masuknya vili korialis dan sirkulasi maternal dan perubahan metabolik akibat hamil serta resistensi yang menurun dari pihak ibu terhadap perubahan ini dan alergi sebagai salah satu respon dari jaringan ibu terhadap anak.
  2. Faktor Psikologik memegang peranan yang penting dalam penyakit ini, rumah tangga yang retak,kehilangan pekerjaan, takut terhadap kehamilan dan persalinan, takut terhadap tanggung jawab sebagai ibu, dapat menyebabkabkan konflik mental yang dapat memperberat mual dan muntah sebagai ekspresi tidak sadar terhadap keengganan menjadi hamil atau sebagai pelarian kesukaran hidup.

2.2.3. Diagnosis

Dari anamnesis didapatkkan amenore, tanda kehamilan muda, dan muntah terus- menerus. Pada pemeriksaan fisik di dapatkan keadaan pasien lemah, apatis sampai koma, nadi meningkat sampai 100 kali per menit, suhu meningkat, tekanan darah turun atau ada tanda dehidrasi lain, pada pemeriksaan elektrolit darah ditemukan kadar natrium dan klorida turun. Pada pemeriksaan urin kadar klorida turun dan dapat ditemukan keton. 16

2.2.4. Gejala Klinik

Batas jelas antara mual yang masih fisiologi dalam kehamilan dengan hiperemesis gravidarum tidak ada, tetapi bila keadaan umum penderita terpengaruh, sebaiknya ini dianggap sebagai hiperemesis gravidarum.

  1. Menurut berat ringannya gejala, dapat dibagi atas tiga tingkatan yaitu:
  2. Hyperemsis Gravidarum tingkat I

1)        Muntah terus menerus

2)        Nafsu makan berkurang

3)        Ibu merasa lemah

4)        Berat badan menurun

5)        Nyeri daerah epigastrium

6)        Tekanan darah turun

7)        Nadi meningkat sekitar 100x/i

8)        Lidah kering

9)        Mata tampak cekung

  1. Hyperemesis Garvidarum Tingkat II

1)        Penderita tampak lebih lemah dan apatis

2)        Gejala dehidrasi makin tampak, mata cekung, turgor kulit makin kurang, lidah kering dan kotor

3)        Tekanan darah turun dan nadi meningkat

4)        Berat badan makin turun

5)        Mata ikterus

6)        Gejala hemokonsentrasi makin tampak, urin berkurang, badan aseton dalam urin meningkat

7)        Terjadi gangguan buang air besar

8)        Mulai tampak gangguan kesadaran, menjadi apatis

9)        Nafas berbau aseton.

Baca juga: