Ciri dan Karakteristik Reptil
By: Date: July 16, 2020 Categories: Umum

Ciri dan Karakteristik Reptil

Reptil (binatang melata) adalah sebuah kelompok hewan vertebrata yang berdarah dingin dan memiliki sisik yang menutupi tubuhnya. Reptilia adalah tetrapoda (hewan dengan empat tungkai) dan menelurkan telur yang embrionya diselubungi oleh membran amniotik.

Kata Reptilia berasal dari kata reptum yang berarti melata. Reptil adalah hewan darat pertama yang sepanjang hidupnya bernafas dengan paru-paru atau pulmo. Dari segi evolusinya reptilian berasal dari amphibi dan selanjutnya reptilian akan terjadi burung dan mamalia (history evolusinya)Pada zaman mesozoik reptilian merupakan kelompok vertebrata yang dominant.

Beberapa anggota reptilia baru muncul pada akhir periode trias, tetapi beberapa anggota yang lain lenyap pada masa itu juga.Dibandingkan dengan amphibi reptilia terbilang lebih maju hidup didarat. Hal ini dikarenakan:

Adanya cangkang pada telur dan adanya amnion pada embrio sehingga menjamin perlindungan terhadap bahaya kekeringan pada telur-telur yang diletakkan didarat. Sisik epidermis yang berfungsi sebagai pelindung terhadap pengaruh fisik (misal luka) dan juga sebagai pelindung terhadap kekeringan.

Selain itu reptilia merupakan binatang merayap yang tubuhnya ditutupi oleh kulit (Kadang-kadang sebagai sisik) dari zat tanduk. Kulit atau sisik tidak berlendir karena sangat sedikit mempunyai kelenjar pada kulit.

Ciri-ciri hewan reptilia adalah seperti berikut :

  1. Bertulang belakang maka dikelompokkan dalam sub Phyllum Vertebrata.
  2. Kulit bersisik kering (dilindungi kulit dengan lapisan bahan tanduk).
  3. Bernafas dengan paru-paru.
  4. Biasanya bertelur dan telur bercangkang keras.yang kemudian dikenal dengan Ovovivipar.
  5. Beberapa reptilia mempunyai empat kaki dan beberapa lagi tidak berkaki.
  6. Poikilotermis (Berdarah dingin) : Suhu badan berubah mengikut suhu disekitarnya. Karena reptilia berdarah dingin, maka mereka tidak dapat mengontrol suhu badan mereka.
  7. Hewan reptilia mempunyai kulit yang bersisik yang terdiri dari selaput bertulang atau bergading.

Klasifikasi Reptilia

Reptilia dibedakan menjadi empat ordo, yaitu Squamata, Testudinata, Crocodilia, dan Rhynchocephala.

  1. Ordo Squomata

Ordo ini memiliki tubuh yang ditutupi sisik epdermis bertanduk yang secara periodic mengelupas sebagian atau keseluruhan. Osteodem biasanya tidak ada tapi pada beberapa jenis Squamata terdapat pada kepala dan temat lain. Kepala pada dasarnya tipe diapsid. Arcade bawah tidak sempurna atau tidak ada arkade atas juga sering demikian. Tidak memiliki tulang kuadratojugal (penghubung tulang kuadrat dan jugal) sehingga memungkinkan terjadinya gerakan kinetis (pergerakan tengkorak akibat posisi tulang kuadrat).

Contohnya :Phyton molurus (ular sawah)

Kingdom : Animalia

Phylum : Chordata

Class : Reptilia

Ordo : Squamata

Subordo : Serpentes

Famili : Phitonidae

Genus : Phyton

Species : Phyton molurus

  1. Ordo Testudinata (Chelonia)

Spesies pada ordo ini memiliki tubuh bulat pipih dan umumnya relative besar, terbungkus oleh perisai. Perisai sebelah dorsal cembung yang disebut carapace, dan perisai sebelah ventral datra yang disebut plastron. Kedua bagian perisai itu digabungkan pada bagian lateral bawah, dibungkus oleh kulit dengan lapisan zat tanduk tebal, tidak mempunyai gigi, tetapi rahang berkulit tanduk sebagai penggantinya. Tulang kuadrat pada kranium mempunyai hubungan bebas dengan rahang bawah, sehingga rahang bawah mudah digerakkan. Tulang belakang toraks dan tulang costae (rusuk) biasanya menjadi satu dengan perisai, termasuk hewan ovipar. Telurnya diletakkan dalam lubang pasir atau tanah. Ekstrimitas sebagai alat gerak baik didarat atau di air. Ordo Testudinata dibagi 2 family:

  1. Familia : Chelonidae
    Species : penyu hijau (Chelonia Mydas)
  2. Familia : Tryonychidae

Species : Kura-kura al-dabra

Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Reptilia
Ordo : Testudines
Subordo : Cryptodira
Famili : Testudinidae
Genus : Geochelone
Species : Geochelone gigantean

Sumber: http://linux.blog.gunadarma.ac.id/2020/07/14/jasa-penulis-artikel/