30 Kampus se-Indonesia Adu Karya ‘Kapal Tanpa Awak’ di UMM

30 Kampus se-Indonesia Adu Karya ‘Kapal Tanpa Awak’ di UMM

30 Kampus se-Indonesia Adu Karya ‘Kapal Tanpa Awak’ di UMM
30 Kampus se-Indonesia Adu Karya ‘Kapal Tanpa Awak’ di UMM

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi tuan rumah Kontes Kapal

Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) 2019. Ini adalah ajang adu karya kapal tanpa awak dari 30 perguruan tinggi seluruh Indonesia. Kontes ini dibuka secara resmi oleh, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti RI Didin Wahidin, Jumat (11/9/2019).

“Sejak dulu, Indonesia dikenal sebagai negara maritim kapal menjadi sesuatu yang memiliki nilai strategis bagi negara kita. Oleh karena itu, tentu KKCTBN 2019 ini juga memiliki posisi yang strategis dalam rangka menjaga kedaulatan bangsa, baik airnya maupun di permukaan airnya,” kata Didin.

Melalui kontes ini, Didin mengajak para peserta untuk mengambil makna dari setiap

proses perlombaan. Pertama, makna untuk saling belajar tentang ilmu seputar perkapalan. “Dalam kesempatan kali ini kita juga mengembangkan kapal-kapal cepat yang lain, dalam bentuk, teknologi dan ragam teknologi yang kelak akan menyatukan kehebatan kita dalam wujud kapal-kapal yang bisa menjaga kedaulatan bangsa,” imbuhnya.

Dikatakan Didin, kontes ini juga menjadi ajang pengembangan karakter. Di antaranya adalah karakter untuk siap menang dan siap kalah. Kemudian membangun rasa nasionalismenya. Serta berupaya menjadikan Indonesia berada pada jajaran depan pada pengembangan teknologi dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0.

Rektor UMM Fauzan MPd mengatakan ajang ini menjadi langkah awal

mengembangkan teknologi, khususnya di bidang perkapalan. Bukan sekedar menjadi juara dalam kontes ini, namun lebih kepada pengembangan minat dan bakat mahasiswa di industri perkapalam.

“KKCTBN merupakan satu momen strategis untuk mengembangkan minat dan bakat yang mahasiswa miliki. Siapa tahu, saat ini saudara menjadi mahasiswa, tujuh atau mungkin sepuluh tahun mendatang saudara juga akan menjadi leader-leader di bidang perkapalan. Apa yang didasari oleh minat dan bakat, Insya Allah, melajunya akan melebihi lajunya kapal yang akan berlomba,” paparnya.

 

Sumber :

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/yunani-kuno/