SMK BLUD Pacu Kompetensi Anak Didik

SMK BLUD Pacu Kompetensi Anak Didik

SMK BLUD Pacu Kompetensi Anak Didik
SMK BLUD Pacu Kompetensi Anak Didik

Pemerintah mendorong

sekolah menengah kejuruan (SMK) yang memperoleh bantuan revitalisasi mengubah bentuk jadi badan layanan umum daerah (BLUD). Diharapkan dengan perubahan bentuk ini akan meningkatkan kompetensi siswa.

Dorongan mengubah SMK

menjadi BLUD ini diarahkan kepada pemerintah provinsi yang menjadi penanggungjawab pendidikan menengah kejuruan. Sementara SMK yang baik untuk diubah menjadi BLUD itu salah satu persyaratannya sudah memiliki workshop atau bengkel (teaching factory).

Menteri Pendidikan

dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, melalui BLUD maka teaching factory yang ada di SMK akan melatih siswa untuk dapat melakukan proses produksi selayaknya industri. Inovasi yang diciptakan para pelajar SMK ini tidak hanya menjadi pajangan praktik saja namun produk yang mampu dipasarkan sesuai standar industri.

Menurut Mendikbud, saat ini sudah cukup banyak produk siswa SMK yang hebat-hebat. Selain itu juga banyak yang berpotensi dipatenkan dan diproduksi massal. Sehingga BLUD cocok diterapkan di SMK teaching factory.

“Saya sarankan SMK yang sudah menerima bantuan revitalisasi ini dapat segera menjadi Badan Layanan Umum Daerah atau BLUD yang mampu menghasilkan (income generator). Nantinya digunakan untuk pemeliharaan dan pengembangan SMK itu,” katanya saat mengunjungi SMK Penerima Bantuan di Semarang, akhir pekan lalu.

Pada tahun 2018, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menyalurkan bantuan Revitalisasi SMK senilai Rp7,5 miliar kepada enam SMK percontohan. Di antaranya SMKN 6 (Pariwisata), Kota Semarang, Jawa Tengah; SMKN 1 (Pertanian), Bawen, Kabupaten Jawa Tengah; SMK Mundu (Kemaritiman), Jawa Barat; SMK Kalasan (Industri Kreatif), Sleman, Yogyakarta; SMK Muhammadiyah (Kesehatan dan Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial), Metro, Lampung, dan SMKN 5 (Teknologi dan Rekayasa) Surabaya, Jawa Timur. Enam SMK tersebut dipilih sesuai dengan bidang yang menjadi prioritas nasional yang ditetapkan pemerintah.

Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini menjelaskan bahwa kerjasama dengan dunia industri tidak hanya praktek. Namun SMK juga bisa mengajak industri agar mau menyusun kurikulum bersama dan juga memberikan rekognisi melalui sertifikasi kompetensi kepada para lulusan. Namun, dia menekankan kerjasama dengan industri yang telah memiliki reputasi sehingga sertifikatnya bisa diakui dan pegawai industri juga bisa mengajar. “Mohon ini diperbanyak kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri. Terutama yang sudah memiliki reputasi,” tuturnya.

Mendikbud menambahkan, saat ini SMK memegang peranan penting dalam melengkapi pesatnya pembangunan yang bersifat fisik. Oleh karena itu, Kemendikbud pun serius menguatkan peran SMK melalui Program Revitalisasi SMK yang sudah berjalan dua tahun tersebut. Dia yakin bahwa revitalisasi ini akan menopang, mendukung, melengkapi semakin banyaknya pembangunan infrastruktur fisik.

Dijelaskan Mendikbud bahwa strategi pemerintah sedikit bergeser, yakni dari sebelumnya yang fokus pada pembangunan infrastruktur fisik, maka di tahun 2019 ini menjadi lebih fokus kepada pembangunan sumber daya manusia (SDM). SMK pun menjadi andalan pemerintah dalam menyiapkan tenaga terampil. “Memang kalau kita ingin maju, kalau kita ingin menyiapkan tenaga kerja terampil itu ya SMK. Tetapi SMK yang bagus,” katanya.

 

Sumber :

http://student.blog.dinus.ac.id/blogtekno/penjelasan-fungsi-kulit/