Sekolah Butuh Kepastian Implementasi Sekolah Lima Hari

Sekolah Butuh Kepastian Implementasi Sekolah Lima Hari

Sekolah Butuh Kepastian Implementasi Sekolah Lima Hari
Sekolah Butuh Kepastian Implementasi Sekolah Lima Hari

Sesuai dengan kalender pendidikan 2017/2018, tahun ajaran baru dimulai pekan ketiga Juli. Sementara sampai saat ini belum ada kejelasan apakah rencana sekolah lima hari tetap digulirkan atau tidak.

Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim mengatakan,

masalah paling krusial adalah penyusunan jadwal pelajaran. “Praktis hari efektif sampai akhir pekan ini. Setelahnya libur lebaran,” katanya (20/6).

Menurutnya bagi yang biasa menyusun jadwal, tidak sulit untuk mengaturnya. Tapi bagi yang belum biasa, butuh waktu. Penyusunan jadwal sekolah tahun ajaran 2017/2018 tentu beda dengan sebelumnya. Khususnya di sekolah yang nantinya menerapkan sekolah lima hari.
Sekolah Butuh Kepastian Implementasi Sekolah Lima Hari
Siswa tertidur (Ivan/Lombok Post/JawaPos.com)

Lagi-lagi setiap sekolah saat ini masih ragu, apakah sekolah lima hari dilanjutkan

atau tidak. Kemudian apakah sekolah yang bersangkutan ditunjuk untuk menerapkan atau tidak.

Pengamat pendidikan Indra Charismiadji menjelaskan, sekolah lima hari memang bisa menambah biaya operasional sekolah. Diantaranya adalah listrik. Selain itu juga biaya-biaya lain seperti bayar gaji pendamping ekstra kurikuler. “Setiap guru jelas tidak mungkin menguasai semua jenis ekstra. Ada kalanya sekolah mendatangkan dari luar,” papar dia.

Indra mengatakan semangat di balik sekolah lima hari dalam sepekan dan delam

jam sehari itu adalah mendayagunakan kerja guru PNS. Diharapkan jam kerja guru PNS sama dengan PNS lainnya. Yakni delapan jam sehari dan bekerja lima hari sepekan

 

Baca Juga :