PERPUSTAKAAN SEBAGAI PUSAT SUMBER BELAJAR

Perpustakaan Sebagai Pusat Sumber Belajar

PERPUSTAKAAN SEBAGAI PUSAT SUMBER BELAJAR
PERPUSTAKAAN SEBAGAI PUSAT SUMBER BELAJAR

Perpustakaan sebagai pusat belajar

Artinya di perpustakaan orang dapat mengembangkan pengertian, pengetahuan, dan kemampuan yang diinginkan oleh pemakai. Implikasi dari fungsi ini adalah, bahwa perpustakaan harus menjamin ketenangan orang yang sedang belajar.

Smith dkk dalam buku ensiklopedinya yang berjudul

“The Educator’s Encyclopedia” menyatakan “School library is a center for learning”, yang artinya perpustakaan sekolah itu merupakan sumber belajar. Memang apabila ditinjau secara umum, perpustakaan sekolah itu sebagai pusat belajar, sebab kegiatan yang paling tampak pada setiap kunjungan murid-murid adalah belajar, baik belajar masalah-masalah yang berhubungan langsung dengan mata pelajaran yang diberikan di kelas, maupun buku-buku lain yang tidak ada hubungannya dengan mata pelajaran.

Akan tetapi apabila ditinjau dari dari sudut tujuan murid-murid mengunjungi perpustakaan sekolah, maka ada yang tujuannya untuk belajar, ada yang tujuannya untuk berlatih menelusuri buku-buku perpustakaan sekolah, ada yang tujuannya untuk memperoleh informasi, bahkan mungkin ada juga murid yang mengunjungi perpustakaan sekolah dengan tujuan hanya sekedar untuk mengisi waktu senggangnya atau sifatnya rekreatif. Berikut ini ada bebrapa fungsi perpustakaan sebagai pusat sumber belajar :

Fungsi edukatif

Fungsi ini merupakan gabungan fungsi sebagai pusat belajar dan sebagai pusat ilmu pengetahuan. Perpustakaan melaksanakan fungsi edukatif bila mampu menyediakan koleksi yang sesuai dengan ruang lingkup kurikulum, mampu mengembangkan interes dan apresiasi murid, memberikan bimbingan cara menggunakan dan memelihara koleksi secara efektif dan menyediakan ruang baca dengan cukup.

Fungsi informatif

Fungsi ini tampak dalam kemampuannya mengadakan koleksi secara cukup, berkualitas, menarik, serta penempatan koleksi secara terbuka sehinnga mudah ditemukan kembali untuk digunakan murid dan guru.

Selain itu, perpustakaan yang sudah maju tidak hanya menyediakan bahan bahan pustaka yang berupa buku-buku, tetapi juga menyediakan bahan-bahan yang bukan berupa buku, seperti majalah, bulletin,surat kabar, pamphlet, guntingan, artikel, peta, bahkan dilengkapi juga dengan alat-alat pandang-dengar seperti overhead projector, slide projector, filmstrip projector, televisi, video tape recorder dan sebagainya. Semua ini akan memberikan informasi atau keterangan yang diperlukan oleh murid-murid. Oleh sebab itu, peprustakaan sekolah memiliki fungsi informatif.

Fungsi tanggung jawab administratif

ungsi ini tampak pada kegiatan sehari-hari di perpustakaan sekolah, dimana setiap ada peminjaman dan pengembalian buku selalu dicatat oleh guru pustakawan. Setiap murid yang akan masuk ke perpustakaan sekolah harus menunjukkan kartu kartu anggota atau kartu pelajar, tidak diperbolehkan membawa tas, tidak boleh mengganggu teman-temannya yang sedang belajar. Apabila ada murid yang terlambat mengembalikan buku pinjamannya didenda,

an apabila ada murid yang telah menghilangkan buku pinjamannya harus menggantinya, baik dengan cara dibelikan di toko, maupun difotocopykan. Semua ini selain mendidik murid-murid ke arah tanggung jawab, juga membiasakan murid-murid bersikap dan bertindak secara administratif.

Baca Juga :