Penghargaan untuk Pelajar Indonesia di Libya

Penghargaan untuk Pelajar Indonesia di Libya

Penghargaan untuk Pelajar Indonesia di Libya
Penghargaan untuk Pelajar Indonesia di Libya

Kesatuan Keluarga Mahasiswa Indonesia (KKMI) Libya mendapat penghargaan dari International Islamic Call College (IICC), Tripoli, sebagai organsasi kenegaraan yang teraktif, kreatif dan inovatif.

Penghargaan tersebut langsung diterima oleh Presiden KKMI Libya, Alvan Satria Shidiq di Auditorium kampus IICC, pada acara wisuda angkatan ke 40 lulusan IICC. ’’Penghargaan ini kami dapatkan dari perjuangan teman-teman mahasiswa Indonesia di Libya. Dengan segala keterbatasan dan berbagai kesulitan di negara Oemar Mohktar ini, pasca jatuhnya Muammar Kaddafi 2011 lalu yang hingga saat ini masih meninggalkan bekas nan tak kunjung sembu,” katanya.

“Walaupun demikian, kami mahasiswa Indonesia di sini tak ingin ikut terpuruk dalam kegalauan yang melanda negeri Libya. Ibarat lilin, kami ingin menjadi penerang untuk mahasiswa lain yang berasal dari berbagai negara di kampus ini,” sambungnya.

“Kami buktikan bahwa kami bisa berbuat walapun terhimpit kesulitan. Terbukti pada Febuari tahun ini, kami sukses mengadakan acara Pengenalan Budaya Indonesia yang dihadiri oleh mahasiswa dari 30 negara berbeda, pada akhirnya mendapatkan sanjungan dan pujian yang luar biasa,’’ papar Alvan.

Selain mendapatkan penghargaan untuk organisasi, beberapa orang mahasiswa

yang merupakan anggota KKMI Libya juga mendapatkan apresiasi atas prestasi mereka di bidang akademik. Diantaranya Okky Afrianto, mahasiswa yang sudah tahun tiga kuliyah, jurusan Bahasa Arab.

Dan, Chairul Amin Mubarak, mahasiswa tahun tiga kuliyah, jurusan Syariah. Keduanya mendapatkan penghargaan atas pencapaian mereka dengan nilai tertinggi di kelas masing-masing, keduanya mendapatkan nilai mumtaz.

Untung, salah seorang staf KBRI yang turut hadir menyaksikan acara wisuda dan pemberian penghargaan itu, merasa bangga atas apa yang telah diraih mahasiswa Indonesia di Libya. “Semoga kedepannya prestasi mahasiswa Indonesia di Libya dapat ditingkatkan lagi,” ungkapnya.

Wisuda ini dimulai pukul 10.00 pagi waktu Tripoli, acaranya berjalan lancar hingga

selesai pada pukul 14.00 waktu Tripoli. Selain dihadiri oleh mahasiswa, para perwakilan dari kedutaan berbagai negara pun turut hadir, di antaranya perwakilan dari kedutaan Indonesia, Filipina, Sudan, Bangladesh, Turki, dan beberapa negara lain dari benua Afrika.

Setelah acara ini selesai, di luar gedung sudah disambut oleh para penunggang

kuda, dengan pakaian tradisional Libya. Ada tiga kuda beserta para jokinya masing-masing. Hal ini menambah semarak kegiatan wisuda kampus International Islamic Call College (IICC) tahun ini. (*)

 

Sumber :

https://nouw.com/danuaji/understanding-and-examples-of-explanator-36084748