Pelatihan Kerajinan Anyaman Bambu

Pelatihan Kerajinan Anyaman Bambu

Pelatihan Kerajinan Anyaman Bambu
Pelatihan Kerajinan Anyaman Bambu

KARAWANG-Dalam upaya mendukung para perajin keterampilan di kabupaten Karawang, Bupati Karawang hadir pada pembukaan Pelatihan Kerajinan Anyaman bambu, bertempat di RM Alam Sari Aula Jawa Kamis ( 20/12), pembukaan sendiri di buka oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Karawang Hj Nurlatifah

Pada kesempatan itu hadir Ketua Harian Dekranasda Hanafi, MM dan pejabat lainnya yang terkait dengan organisasi ini, dipamerkan juga hasil kerajinan anyaman bambu yang dibentuk tempat Kue, tempat Tissue dan lain sebagainya

Atas nama Pemerintah dan pribadi memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim Perajin, perlu di ketahui DEKRANASDA itu adalah suatu Organisasi Mitra Pemerintah tetapi sifatnya non pemerintahan, maka dari itu kepada pihak Sponsor dalam hal ini PT HM Sampoerna Bupati Ade Swara mengucapkan terimakasih atas dukungannya.

Bupati Karawang Ade Swara berharap intensitas kerjasama antara antara Pemerintah dan perusahaan seperti HM Sampoerna berlangsung lama, khususnya untuk meningkatkan kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Karawang, dan ikuti pula oleh perusahaan lain untuk CSR kepada Pemerintah Kabupaten Karawang, harapnya.

Ketua Dekranasda Hj Nurlatifah berkata Dewan Kerajinan Nasional Daerah

(DEKRANASDA) kabupaten karawang merupakan organisasi non pemerintah sebagai mitra kerja pemerintah, mempunyai misi untuk melestarikan nilai–nilai budaya bangsa yang tercermin dalam produk kerajinan melalui program kegiatan pembinaan, pelatihan dan pemasaran / promosi hasil kerajinan daerah dengan mengikutsertakan dalam berbagai even pameran baik dalam maupun luar negeri.

Oleh karena itu kegiatan seperti ini, saya pandang sangat positif, karena seperti kita

ketahui bahwa bahan baku bambu sangat mudah didapat, selain itu juga “Serumpun Bambu, Sejuta Manfaat”. Setelah direnungkan lebih dalam, ternyata deretan kata tersebut bukanlah hanya basa-basi semata. Hal ini merupakan realitas yang ada di masyarakat, terutama di wilayah kabupaten Karawang, ungkapnya.

Menurut Nurlatifah, pelatihan ini merupakan program kerja DEKRANASDA

Kabupaten Karawang serta sebagai tindak lanjut studi banding ke kota Tasikmalaya. Sehingga diharapkan akan menjadi salah satu kerajinan yang bisa diterapkan di kabupaten karawang. Saya berpesan kepada para perajin, “maksimalkan Usaha dan paling penting itu adalah ibadah” maka akan berhasil yakinlah itu. Karena ada pepatah mengatakan Alloh memberikan kesempatan peluang melalui 10 pintu rejeki, di detailkan nya 1 pintu untuk pegawai dan 9 pintu untuk yang usahawan, maka jangan patah semangat terus berkarya dan mewujudkan hasil karya tersebut sebagai pengahasilan, demikian Hj. Nurlatifah.

 

Sumber :

https://yaplog.jp/ojelhtcmandiri/archive/1